Beranda / Informasi / Potensi Desa
Sarung Tenun Lokal Kualitas Internasional
Senin 21 Agustus 2017

Giriroto - Pecinta kain sarung tenun goyor bukan lagi menjadi barang asing. Sarung tenun goyor memiliki nilai seni tinggi. Tak heran jika menjadi incaran para kolektor kain sarung. Sarung tidak hanya dingin dan nyaman dipakai namun juga memiliki motif dan warna yang cantik. Sarung yang sering menjadi koleksi kalangan kyai ini, ternyata banyak diproduksi di dusun Tegalrejo Desa Giriroto Boyolali.

Sri Lestari adalah salah satu penyedia jasa pembuatan tenun goyor di Desa Giriroto. Wanita empat puluh dua tahun ini telah berprofesi sebagai tukang tenun sejak lulus dari sekolah dasar.  Lestari  sebelumnya bekerja di sebuah industri kain tenun yang berada di kawasan Pasar Kliwon Solo. Sejak 2004 lalu, ibu dari tiga anak ini mulai membuka jasa tenun di rumahnya.

Saat ini tukang tenun yang bekerja di tempat Lestari berjumlah sembilan orang. Tiga orang mengerjakan di rumah Lestari, sedangkan yang lain mengerjakan di rumah masing-masing. Tukang tenun yang baru mendaftar harus melewati proses kursus terlebih dahulu. Proses kursus umumnya berlangsung selama dua minggu. Setiap peserta kursus akan dikenakan biaya sebesar tiga ratus ribu rupiah. “Kalau cari tenaga kerja disini mudah, banyak orang yang mau jadi tukang tenun,” ungkap Lestari.

Upah jasa tukang tenun dihargai antara empat puluh lima ribu hinga delapan puluh ribu rupiah. Besarnya upah bergantung pada tingkat kesulitan dan harga tenun yang dibuat.

Alat yang digunakan Lestari bukanlah mesin modern, melainkan mesin tradisional dari kayu yang dirangkai sendiri. Pembuatan sarung tenun goyor membutuhkan kecermatan dan ketelitian yang cukup tinggi. Jika kain yang diproduksi mengalami cacat, pihak industri tidak mau menerima dan meminta penyedia jasa untuk melakukan ganti rugi. Inilah yang membuat kualitas sarung tenun goyor tetap terjaga.

Harga jual sarung tenun goyor dijual dengan harga yang bervariasi. Harga sarung tenun paling murah seratus lima puluh ribu hingga tiga ratus ribu rupiah. Kain olahan tangan ini telah dipasarkan secara meluas, bahkan hingga ke Timur Tengah dan benua Amerika.

Sayangnya kemampuan warga Giriroto masih terbatas hanya sebagai penyedia jasa. Lestari mengatakan dirinya siap untuk memasarkan produk tenunnya, hanya saja modal yang dibutuhkan terlalu besar dan pengolahannya cukup rumit. Sebelum ditenun, benang yang akan digunakan harus melalui beberapa proses pengolahan terlebih dahulu. Hal itulah yang masih menjadi kendala Lestari dan pengrajin tenun Giriroto.

Potensi Desa Lainnya
WISATA EMBUNG MIJIL GIRITIRTA
Jumat 20 April 2018
Penemuan Arca Gunung Wijil
Senin 21 Agustus 2017
Kegiatan Pengisi Hari Tua
Senin 21 Agustus 2017
Pion Sang Penyelamat
Senin 21 Agustus 2017